Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2012

Tipe-Tipe Dosen Dan Cara Menghadapinya

0 komentar
Dosen, seperti manusia pada umumnya punya ciri khas masing-masing, tapi sebernya bisa diklasifikasikan kedalam beberapa tipe.

Nah buat kamu yang masih kuliah, coba dipelajari nih, karena selain tipe-tipenya, XAON juga ngasih sedikit tips cara untuk menghadapi dosen-dosen dibawah ini.

1. Dosen Normal

Dosen yang ini normal-normal aja. Kadang telat, kadang on time. Kalo nggak bisa ngajar ngasi kabar dulu. Di kelas juga ngajar aja selayaknya seorang dosen, kadang ngasi quiz dan tugas. Dan ketika waktu ujian, kalo kamu belajarnya bener, kamu bisa dapet A, kalo enggak belajar ya.. kamu bisa nggak lulus… (hehehe)

·         Cara Menghadapi : Belajar aja yang bener, aktif di kelas, jangan keseringan cabut.

2. Dosen Killer

5 Menit sebelum kelas dimulai beliau sudah duduk rapih di mejanya. Proyektor sudah menyala, papan tulis sudah bersih dan spidol sudah siap. Ketika waktunya tiba, kelas pun dimulai. Beliau mulai mengabsen mahasiswa-nya satu persatu. Kamu datang hanya 2 menit setelah absen selesai, tapi tiada ampun bagimu.

20 menit kelas berjalan, si beliau ini sedang konsentrasi menjelaskan materi kuliah hari ini, semua tampak memperhatikan, dan ada beberapa yang mencatat. Namun tiba-tiba terdengar suara obrolan di belakang. Teguran keras dan ancaman langsung keluar dari mulutnya. Dan ternyata, ada mahasiswa yang tidur! Betapa besar nyalinya. Beliau pun membangunkan mahasiswa tersebut, dan membombardirnya dengan beberapa pertanyaan sulit. Sang mahasiswa yang masih setengah sadar hanya bisa terdiam, dan beliau pun langsung mengusirnya sambil menyuruhnya untuk cuci muka. Kuliah pun berjalan kembali, semua mata tertuju ke depan, ketakutan.

Beberapa minggu kemudian, nilai ujian pun keluar. Kamu sudah belajar keras untuk mendapatkan nilai bagus di kelas ini, sampe-sampe kamu begadang 2 malam. Ternyata, nilai kamu C. Selamat ya. Udah bisa lulus aja untung kalo sama dosen yang ini.

·         Cara Menghadapi : Banyak-banyak berdoa dan belajar. Jangan banyak tingkah, dan tinggalkan kehidupan sosial dan percintaan selama masa ujian.

3. Dosen Tua

Dosen-dosen tua biasanya memiliki pengetahuan yang mendalam dalam bidang studinya, dan juga mempunyai segudang pengalaman untuk dibagi. Karena sudah tua, biasanya mereka nggak aneh-aneh waktu ngajar. Dan biasanya kelas berakhir sebelum waktunya karena dosen tua lebih cepat lelah. Mereka juga cenderung tidak pelit dalam hal memberi nilai.

Kelemahannya hanya 1, karena mereka sudah tua, biasanya gaptek. Kalo ngajar masih pake OHP atau slide manual, dan kalopun bisa pake komputer, nyalainnya bisa 15 menit sendiri.

·         Cara Menghadapi : Cari mukalah dengan cara membantu menyalakan komputer

4. Dosen Nyentrik

Dosen nyentrik ini biasanya yang paling diingat sama mahasiswanya, karena mereka punya ciri khas yang sangat aneh, baik itu kelakuan ato penampilan.

Misalnya dulu MBDC punya dosen yang suka pake topi koboi dan kuteks warna warni waktu ngajar, padahal si dosen ini adalah bapak-bapak, dan hobinya adalah becanda porno. Terus pernah lagi MBDC punya dosen yang fanatik sama sebuah klub bola, kalo klubnya itu menang pas ngajar bakal jadi super baik, terlebih sama mahasiswa yang pake kaos klub bola tersebut. Tapi kalo klubnya itu kalah, semua bisa kena omel sama dia. Dan kalo kalahnya pas lagi musim ujian, yaa siap-siap aja ngulang semester depan.

·         Cara Menghadapi : Pelajari gerak gerik dan ciri khasnya. Gunakan informasi tersebut untuk keuntungan kamu.

5. Dosen Gaib

Dosen-dosen gaib itu biasanya punya kerjaan selain ngajar di kampus, dan cuma ke kampus kalo mau ngajar. Nggak banyak yang kenal mukanya, soalnya emang jarang keliatan.

Hari pertama kelas, datengnya telat. Abis itu cuma bagiin silabus dan ngejelasin apa yang bakal dipelajarin di kuliah ini secara singkat, dan kelas pun berakhir setelah hanya satu jam. Minggu-minggu setelahnya, kadang datang kadang tidak. Waktu nggak datang, nggak ada kabar dan nggak jelas bakal ada kelas pengganti ato enggak. Palingan si asistennya aja yang gantiin atau ngasi tugas.

Waktu ujian tiba, kamu pun belajar seadanya dari buku, karena sebenernya kamu dan temen-temen nggak ngerti-ngerti amat sama mata kuliah ini gara-gara dosennya gaib. Dan setelah nilai keluar, kamu pun bingung kenapa nilai kamu segitu. Benar-benar gaib.

·         Cara Menghadapi : Dosen ini gaib seperti ninja. Kamu harus waspada, buka mata dan telinga untuk serangan tiba-tiba.

6. Dosen Baik

Defisini dosen baik itu singkat, padat dan jelas : Dosen yang tidak macam-macam dan memberi kamu nilai A.


Sumber

Jumat, 10 Februari 2012

3 Mahasiswa Drop Out Yang Jadi Miliuner Teknologi

0 komentar
Memutuskan tidak menyelesaikan kuliah dan fokus mengembangkan usaha barangkali hanya jadi pilihan orang nekat. Meski banyak anggapan miring, mereka siap menempuh risikonya. Seperti ketiga pria fenomenal ini yang kaya raya dari industri IT.

Mereka adalah Bill Gates, Steve Jobs dan Mark Zuckerberg. Entah karena dedikasi yang terlalu tinggi, optimisme terlampau besar atau memang sekadar nekat, mereka bertiga memutuskan berhenti kuliah.

Perjudian besar tersebut membuahkan hasil manis. Melalui perusahaan masing-masing yaitu Apple, Microsoft dan Facebook, ketiganya menjadi miliuner dan terkenal di sentero dunia.

Berikut petikan profil ketiga sosok dunia teknologi tersebut, disarikan dari berbagai sumber:

1. Steve Jobs 




Steve Jobs memang sudah meninggal dunia tahun 2011 lalu, namun namanya akan selalu dikenang di jagat teknologi. Pendiri Apple ini mewariskan gadget fenomenal semacam iPod, iPhone dan tentunya iPad.

Jobs yang diadopsi orang tua lain sejak kecil ini masuk kuliah di Reed College di Portland, Oregon. Namun dia memutuskan keluar setelah baru 6 bulan kuliah. Jobs merasa tidak cocok dan tidak mau menghamburkan uang orang tua untuk ongkos kuliah.

“Aku secara naif memilih universitas yang ongkosnya hampir semahal Stanford dan semua tabungan orang tua dihabiskan untuk biayanya. Setelah 6 bulan, aku tak bisa melihat manfaatnya,” kata Jobs dalam pidato upacara wisuda di Stanford University tahun 2005.

Bersama Steve Wozniak, Jobs pun serius mengembangkan Apple. Ambisinya menjadikan Apple perusahaan sukses memang berliku-liku. Bahkan dia pernah ditendang dari Apple karena bermasalah dengan orang-orang di dalamnya.

Dia kembali pada Apple tahun 1997, lalu menjadikannya begitu jaya. Kekayaannya pada bulan September 2011 diestimasi Forbes sebesar USD 7 miliar, menempatkannya sebagai orang terkaya nomor 36 di Amerika Serikat.

2. Bill Gates



Bill Gates menciptakan salah satu perusahaan paling bernilai sejagat, Microsoft. Pria berkacamata yang dikenal sebagai dermawan ini sekarang sudah tidak aktif di Microsoft, namun tetap selalu masuk daftar orang terkaya di dunia.

Gates pun pernah diberi gelar manusia drop out paling kaya sedunia. Ya, Gates tidak menyelesaikan kuliahnya di Universitas Harvard yang juga almamater Zuckerberg.

“Sungguh sebuah keputusan yang berat dan saya tahu orang tua juga mengkhawatirkannya. Dan meskipun saya tidak akan pernah mendorong orang lain untuk drop out sekolah, bagi saya pilihan tersebut memang tepat,” ucap Bill Gates suatu ketika.

Dengan kekayaan mencapai USD 59 miliar, Bill Gates adalah orang terkaya di tahun 2011 versi majalah Forbes. Kini setelah tidak aktif lagi di Microsoft, ia fokus di kegiatan filantropis dengan yayasannya, Melinda & Gates Foundation.

Dia dikenal tidak segan menyumbangkan sebagian besar harta kekayaannya untuk aktivitas kemanusiaan. Dilaporkan, ia sudah menyumbang dana sosial sebesar USD 27 miliar.

3. Mark Zuckerberg


Zuckerberg berstatus miliarder muda terkaya. Kekayaan bersihnya saat ini diestimasi sebesar USD 17,5 miliar berkat kesuksesan Facebook yang saat ini adalah situs jejaring paling tenar di dunia.

Sama seperti Bill Gates, Zuckerberg kuliah di Universitas Harvard, salah satu perguruan tinggi paling bergensi. Dan demi mengembangkan Facebook, dia pun nekat hengkang pada tahun 2004.

Saat itu, Facebook sama sekali belum dikenal. Namun dalam waktu singkat, situs ini menuai popularitas. Cerita manis terus berlanjut hingga kini Facebook memiliki 845 juta anggota.

Pada bulan November 2011, Zuckerberg kembali ke Universitas Harvard. Bukan dalam rangka kuliah tetapi mencari talenta-talenta berbakat di sana untuk dipekerjakan di Facebook. Ia pun disambut meriah.

“Hanya sedikit bintang rock di dunia TI yang diketahui namanya di seluruh dunia. Dia sungguh masuk dalam kategori itu,” sebut David Malan, profesor sains di Harvard.

Sumber